Saya sebelumnya pernah terima pertanyaan, "Lo kan suka menulis ya. Mengapa tidak membuat konten judi bola lo berbentuk video pendek ? Kan tambah menarik tuch dibanding harus baca tulisan panjang-panjang . Maka pointnya langsung dapat. Beberapa orang saat ini kan lebih sukai saksikan infografis atau video di sosmed."
Di lain waktu, saya sebelumnya pernah membaca komentar salah seorang warganet pada satu diantara konten pembelajaran yang pasti pada caption-nya telah memberikan rekomendasi konten.
"Mending dibuat video part 2 dech. Beberapa orang saat ini mah malas baca." Tujuannya supaya isi konten itu dipertegas lewat lagi video yang lain.
Jujur lama-lama saya merasakan cukup bingung dengan banyak komentar seperti tersebut. Apa iya beberapa orang kita ini sedemikian malasnya membaca? Apa sedemikian daruratnya budaya membaca warga Indonesia? Hingga banyak orang semakin tertarik melihat konten berbentuk video pendek/infografis dibanding membaca artikel atau buku yang notabene rinciannya lebih komplet, detil, dan mendalam.
Memang sich jika saya lihat, konten yang karakternya informasional di sosial media sekarang banyak berbentuk infografis atau video pendek. Ini tidak terlepas dari beberapa media online yang mempunyai akun sosial media. Beberapa orang yang malah meng-update insight-nya lewat sosial media, bukanlah langsung dari situs sah media online atau dari media massa.
Disamping itu ada beberapa educator/professional yang dengan masing-masing kepiawaiannya, memberi konten pembelajaran lewat akun media sosialnya berbentuk video pendek/infografis. Maksudnya pasti supaya beberapa warganet yang melihatnya lebih notice dan pahami beberapa poin singkat yang mereka berikan.